Postingan

Mengangkat Derajat di Sisi Allah dengan Tawadhu’

Penulis webadmin -  April 24, 2012 0 1357     Oleh: Abu Umar Al Bankawy Di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda, مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَال ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْداً بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزّاً ، وَمَا تَواضَعَ أحَدٌ لله إِلاَّ رَفَعَهُ ...

Seri Manhaj

*Contoh Para Salaf Dalam MENYEMBUNYIKAN AMALAN Mereka* 1. Menyembunyikan Amalan Shalat Sunnah >> Ar Robi bin Khutsaim murid ‘Abdullah bin Mas’ud- tidak pernah mengerjakan *shalat sunnah di masjid kaumnya kecuali hanya sekali saja.* [3] 2. Menyembunyikan Amalan Shalat Malam → Ayub As Sikhtiyaniy memiliki *kebiasaan bangun setiap malam.* Ia pun selalu berusaha menyembunyikan amalannya. _Jika waktu shubuh telah tiba, ia pura-pura mengeraskan suaranya seakan-akan ia baru bangun ketika itu._ [4] 3. Bersedekah Secara Sembunyi-Sembunyi. 🌿Di antara golongan yang mendapatkan  naungan Allah di hari kiamat nanti adalah, وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا...

Meraih Khusyu’ Dalam Ibadah

بسم الله الرحمن الرحيم Khusyu’ dalam ibadah kedudukannya seperti ruh/jiwa dalam tubuh manusia 1 , sehingga ibadah yang dilakukan tanpa khusyu’ adalah ibarat tubuh tanpa jasad alias mati. Oleh karena itu, Allah  Ta’ala  memuji para Nabi dan Rasul  Shallallahu’alaihi Wasallam  dengan sifat mulia ini, yang mereka adalah hamba-hamba-Nya yang memiliki keimanan yang sempurna dan selalu bersegera dalam kebaikan. Allah  Ta’ala  berfirman: {إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَ...

Adab Bercanda dalam Islam

Bercanda atau bersenda gurau adalah salah satu bumbu dalam pergaulan di tengah-tengah masyarakat. Ia terkadang diperlukan untuk menghilangkan kejenuhan dan menciptakan keakraban, namun tentunya bila disajikan dengan bagus sesuai porsinya dan melihat kondisi yang ada. Sebab, setiap tempat dan suasana memang ada bahasa yang tepat untuk diutarakan. Khalil bin Ahmad berkata, “Manusia dalam penjara (terkekang) apabila tidak saling bercanda.” Pada suatu hari, al-Imam asy-Sya’bi rahimahullah bercanda, maka ada orang yang menegurnya dengan mengatakan, “Wahai Abu ‘Amr (kuniah al-Imam asy-Sya’bi, -red.), apakah kamu bercanda?” Beliau menjawab, “Seandainya tidak seperti ini, kita akan mati karena bersedih.” (al-Adab asy-Syar’iyah, 2/214) Namun, jika sendau gurau ini tidak dikemas dengan baik dan menabrak norma-norma agama, bisa jadi akan memunculkan bibit permusuhan, sakit hati, dan trauma berkepanjangan. Pada dasarnya, bercanda hukumnya ...

Nasehat Imam Syafi’i رحمه الله

Nasehat Imam Syafi’i رحمه الله ( Wafat th. 204 H ) "Tak ada seorang pun melainkan pasti ada sebagian sunnah Rasulullah yang luput dari pengetahuannya. Maka perkataan apa pun yang pernah kukatakan, atau kaidah apa pun yang kuletakkan, sedang di sana ada hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bertentangan dengan pendapatku, maka pendapat yang benar ialah apa yang dikatakan oleh Rasulullah, dan itulah pendapatku" (lihat: Tarikh Dimasyq, 15/389 oleh Ibnu Asakir) "Kaum muslimin sepakat bahwa siapa saja yang telah jelas baginya sebuah sunnah (ajaran) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tak halal baginya untuk meninggalkan sunnah itu karena mengikuti pendapat siapa pun".(lihat Muqaddimah Shifatu Shalatin Nabii, oleh Al Albani). "Jika kalian mendapati dalam kitabku sesuatu yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka sampaikanlah sunnah tadi dan tinggalkan...

Satu shaf di belakangmu

Gambar
Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Mengikuti gerakan shalatmu dari takbir hingga salam. Kemudian mencium tanganmu dan berdoa bersama. Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Mengikutimu, menghormati dan menghargaimu. Karena bagiku kamu bukan hanya kepala, namun juga pemimpin keluarga kita. Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Menyemangati setiap langkahmu dari belakang. Menjadi tempatmu berbagi untuk mengambil keputusan. Satu waktu, izinkan aku berada satu shaf di belakangmu. Berbaliklah jika kau lelah dan ingin mengeluh. Aku rumahmu. #aksarannyta

Adab-Adab dalam Bernasihat

Alangkah indahnya jika diantara kaum muslimin mengetahui adab-adab dalam bernasihat, saling menasihati dalam kebaikan akan timbul rasa cinta dan ukhuwah yang tinggi. Adapun adab-adab dalam bernasihat menurut ‘Abdul ‘Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada ada lima adab, diantaranya adalah: 1. Pertama, Niat yang Benar Hendaklah orang yang memberikan nasihat kepada orang lain meniatkannya semata-mata mengharapkan Wajah Allah subhanahu wa ta’ala serta mencari pahala dan balasan dari-Nya. Sebab, nasihat yang diberikan kepada kaum Muslimin mengandung pahala yang sangat agung. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sendiri menganggapnya sebagai inti dari ajaran agama, yaitu dalam sabda beliau : “Agama itu adalah nasihat”.[1] Demikian juga nasihat bagi Allah, bagi kitab-Nya, dan bagi Rasul-Nya. Makna nasihat bagi Rasul-Nya adalah meneladani dan mentaati Nabi dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Semua itu wajib dikerjakan karena Allah ta’...